Dalam postingan blog ini, kita akan meneliti mengapa budaya otaku dan kidult menjadi populer bahkan di kalangan orang dewasa dalam masyarakat modern, dan mengeksplorasi latar belakang serta signifikansi sosialnya.
Saat ini, banyak selebriti yang termasuk dalam kategori "otaku" muncul di berbagai acara variety show TV dan semakin populer di kalangan masyarakat. Para otaku ini terhubung dengan publik secara ramah dengan memperkenalkan karakter manga, mainan, dan minat lain yang mereka sukai. Di masa lalu, istilah "otaku" seringkali menimbulkan citra tertutup dan antisosial, tetapi persepsi ini telah berubah secara signifikan, dan istilah tersebut sekarang memiliki konotasi positif di kalangan masyarakat. Seiring meningkatnya popularitas selebriti otaku, mainan seperti action figure dan media seperti anime semakin menjadi topik pembicaraan dan semakin populer di kalangan banyak orang dewasa di masyarakat kita. Hal ini telah berkembang melampaui sekadar hobi menjadi fenomena budaya dan sosial.
Secara sosiologis, fenomena ini disebut sebagai fenomena "kidult". Mengapa budaya kidult yang muncul dari fenomena ini begitu populer di masyarakat akhir-akhir ini? Pertama, untuk memahami alasan di balik popularitas budaya "kidult", kita perlu mendefinisikan istilah "kidult". 'Kidult' adalah gabungan kata dari kata bahasa Inggris "kid," yang berarti anak, dan "adult." Istilah ini merujuk pada "orang dewasa yang memiliki kepekaan dan selera anak-anak." Sederhananya, "kidult" adalah orang-orang yang, didorong oleh nostalgia, mengunjungi kembali dan menikmati budaya masa kecil—seperti mainan, kartun, dan makanan ringan—yang dinikmati kebanyakan orang semasa muda mereka. Budaya masa kecil yang dinikmati oleh para kidult inilah yang membentuk budaya kidult.
Budaya Kidult adalah fenomena yang menarik dalam masyarakat modern, yang sedang tren di berbagai kelompok usia di seluruh masyarakat. Untuk memahami fenomena ini, kita perlu meneliti bagaimana budaya Kidult telah berkembang dari waktu ke waktu. Faktanya, budaya ini telah ada sejak lama. Unsur-unsur yang membangkitkan nostalgia masa kecil selalu ada, mencerminkan naluri psikologis manusia untuk "kembali ke masa lalu." Namun, ada beberapa alasan utama mengapa budaya ini menjadi lebih luas dan populer dalam beberapa tahun terakhir.
Alasan pertama, seperti yang disebutkan sebelumnya, berasal dari nostalgia masa kecil. Meskipun orang umumnya ingin mempertahankan kenangan masa lalu, tidak mudah untuk mengingat berbagai pengalaman masa lalu dengan ingatan yang terbatas. Alat yang membantu membangkitkan ingatan terbatas ini adalah berbagai media yang kita temui selama masa itu. Unsur-unsur budaya yang umum ditemui selama periode tertentu—seperti musik, mainan, komik, dan novel—dengan jelas membangkitkan kembali kenangan masa itu. Karena alasan ini, banyak orang tenggelam dalam budaya Kidult dalam upaya untuk menghidupkan kembali kenangan masa kecil mereka.
Alasan kedua adalah keinginan untuk memiliki barang. Sebagai orang dewasa, orang-orang sekarang dapat sepenuhnya menikmati budaya—seperti mainan dan komik—yang tidak dapat mereka alami sepenuhnya sebagai anak-anak karena berbagai kendala seperti alasan keuangan atau pembatasan orang tua. Akibatnya, keinginan untuk memiliki barang-barang ini, yang telah lama ditekan, mulai muncul. Secara khusus, keinginan ini terwujud dalam bentuk seperti membeli figur mahal atau mendalami anime, menjadi sumber kepuasan yang signifikan dalam kehidupan dewasa yang melampaui sekadar hobi.
Alasan ketiga adalah keinginan untuk mengurangi stres sosial. Masyarakat modern semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi, dan banyak orang menjadi kelelahan secara psikologis karena persaingan dan tekanan yang berlebihan. Sebagian besar orang mengalami stres akibat masalah praktis dalam kehidupan sosial mereka. Akibatnya, ada kecenderungan yang semakin besar untuk ingin melupakan pikiran-pikiran yang rumit dan kembali ke masa lalu yang murni dan damai. Dengan latar belakang psikologis ini, budaya Kidult telah memainkan peran yang melampaui sekadar hiburan. Melalui budaya Kidult, orang-orang menghidupkan kembali kenangan murni masa kecil mereka dan berusaha untuk melarikan diri, bahkan untuk sementara, dari realitas kehidupan yang kompleks dan sulit.
Dengan demikian, budaya kidult dapat diklasifikasikan sebagai fenomena budaya umum yang dapat diterima oleh siapa saja. Namun, hingga beberapa tahun yang lalu, budaya kidult tidak meninggalkan kesan positif pada masyarakat. Sebaliknya, ada prasangka bahwa itu adalah hobi yang hanya dinikmati oleh orang luar atau orang yang tidak sesuai dengan norma sosial, dan dianggap sebagai subkultur. Namun, pengaruh media massa telah memainkan peran penting dalam pembentukan budaya kidult baru-baru ini sebagai bentuk budaya arus utama. Karena berbagai program TV telah membahas budaya otaku dan kidult, subkultur ini mulai dianggap bukan sebagai "aneh" tetapi sebagai "menyenangkan dan menarik." Pergeseran ini telah berkontribusi pada semakin populernya budaya kidult.
Pada akhirnya, budaya "kidult" dapat digambarkan sebagai fenomena budaya modern baru yang terbentuk dari kombinasi berbagai elemen, termasuk nostalgia masa lalu, keinginan untuk memiliki barang, dan kebutuhan untuk mengurangi stres sosial. Jika Anda ingin mengurangi stres yang menumpuk dari kehidupan sehari-hari yang sibuk dan suram, menikmati budaya "kidult" dan mengenang kembali masa kanak-kanak yang polos mungkin bukan ide yang buruk. Ini lebih dari sekadar hobi; hal ini telah menjadi salah satu cara untuk menemukan ketenangan pikiran di tengah kompleksitas dan stres masyarakat modern.